Tim ROBOTIC MAN 2 Cirebon Raih Juara 3 di STIP Challenge 2026 Kategori Innovation robot
Ajang ROBOTIC STIP Challenge 2026 kembali menjadi panggung bagi para pelajar Indonesia untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di bidang teknologi dan inovasi. Dalam kompetisi yang mengusung tema “Innovative” ini, tim robotik dari MAN 2 Cirebon berhasil meraih Juara 3 pada kompetisi yang diselenggarakan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Jakarta, pada tanggal 20–21 Februari 2026. Prestasi ini menjadi bukti bahwa siswa madrasah mampu bersaing dan unggul dalam dunia robotic di tingkat nasional. Tim robotik MAN 2 Cirebon terdiri dari siswa-siswi terbaik kelas XI Fullday, yaitu Putri Elok Faiqoh, Aisyah Putri Rahma’ah, Ahmad Umar, Rafsanjani, dan Naufal Rizkullah. Dengan semangat kolaborasi dan kerja keras, mereka mampu menghadirkan sebuah karya robot inovatif yang mampu menarik perhatian dewan juri dalam kompetisi tersebut. Keberhasilan ini tidak lepas dari proses panjang yang telah mereka lalui, mulai dari tahap riset, perancangan desain, perakitan, hingga pengujian sistem robot yang dilakukan secara intensif selama beberapa minggu. Dalam pengembangannya, tim ini mengusung konsep inovatif yang menekankan pada efisiensi sistem, ketepatan sensor, serta pemrograman yang adaptif, sehingga robot yang dihasilkan mampu bekerja secara optimal sesuai dengan tantangan yang diberikan dalam kompetisi. Hal ini menunjukkan bahwa penguasaan teknologi robotic tidak hanya sebatas teori, tetapi juga membutuhkan ketelitian, kreativitas, serta kemampuan problem solving yang tinggi. Peran pembimbing juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan ini. Dua pembimbing, Suryaman dan Habibullah, dengan penuh dedikasi mendampingi para siswa sejak tahap awal hingga pelaksanaan lomba. Dalam keterangannya, Suryaman menyampaikan, “Kami tidak hanya melatih kemampuan teknis siswa, tetapi juga membangun mental kompetitif dan kerja sama tim. Prestasi ini adalah hasil dari konsistensi latihan dan semangat belajar mereka yang luar biasa.” Pernyataan ini menegaskan bahwa keberhasilan di bidang robotic tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh mentalitas dan kekompakan tim. Apresiasi juga datang dari penanggung jawab kegiatan, Agus Hasan, yang menyatakan bahwa pencapaian ini menjadi bukti bahwa madrasah mampu menjadi pusat pengembangan sains dan teknologi. Ia mengungkapkan, “Keberhasilan ini menunjukkan bahwa madrasah mampu menjadi pusat pengembangan sains dan teknologi. Kami berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk berani berinovasi dan berkompetisi.” Menurutnya, keberhasilan tim ini juga mencerminkan kolaborasi yang solid, kreativitas tinggi, serta ketekunan dalam mengembangkan konsep dan implementasi robot inovatif sesuai dengan tema perlombaan. Sementara itu, Kepala Madrasah Ibnu Katsir turut menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang diraih oleh para siswa. Ia menegaskan bahwa pihak madrasah akan terus mendukung pengembangan bakat dan minat siswa, khususnya di bidang teknologi dan robotic. Ia menyampaikan, “Prestasi ini adalah kebanggaan besar bagi madrasah. Kami berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan bakat dan minat siswa, khususnya di bidang teknologi dan robotika. Semoga capaian ini menjadi langkah awal menuju prestasi-prestasi yang lebih tinggi.” Dukungan dari pihak sekolah menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi muda yang siap bersaing di era digital. Dengan semangat inovatif dan dukungan penuh dari madrasah, diharapkan ke depan akan lahir lebih banyak lagi siswa yang kreatif, kompetitif, dan mampu menghadirkan solusi teknologi melalui robotic. Prestasi ini juga menjadi inspirasi bagi sekolah lain bahwa dengan pembinaan yang tepat, siswa mampu mencapai prestasi di tingkat nasional bahkan internasional. Salah satu anggota tim, Putri Elok Faiqoh, mengungkapkan perasaannya setelah meraih penghargaan. Ia mengatakan, “Kami sempat merasa gugup karena persaingan sangat ketat. Namun kami saling menguatkan dan percaya pada hasil kerja keras kami. Juara 3 ini menjadi pengalaman berharga dan motivasi untuk terus belajar dan berinovasi.” Pernyataan ini menggambarkan bahwa di balik sebuah prestasi, terdapat proses panjang yang penuh tantangan, kerja keras, dan semangat pantang menyerah. Keberhasilan tim robotik MAN 2 Cirebon dalam ROBOTIC STIP Challenge 2026 menjadi bukti nyata bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi besar dalam bidang teknologi. Dengan terus dikembangkannya pendidikan berbasis robotic, diharapkan Indonesia dapat melahirkan lebih banyak inovator yang siap menghadapi tantangan masa depan dan berkontribusi dalam perkembangan teknologi global. 🚀